Tersangka Bacok Korban Membabi Buta
PURWOREJO- Andriawan (22) tersangka kasus pembunuhan di rumah guru, Agnes Sri Haryati (50), warga RT 2, RW 4, Desa Boro Kulon, Kecamatan Banyuurip, Purworejo, tergolong sadis. Warga RT 1, RW 4, Boro Kulon, Banyuurip, ini membacok korban dengan membabi buta.
Berdasarkan hasil penyidikan polisi, tersangka masuk rumah korban melalui atap terbuka di ruang mencuci. Dari ruang itu, dia memanjat dinding tembok untuk masuk rumah. Namun, dia terpeleset dan jatuh ke kamar pembantu Sri Undari (32).
Berdasarkan hasil penyidikan polisi, tersangka masuk rumah korban melalui atap terbuka di ruang mencuci. Dari ruang itu, dia memanjat dinding tembok untuk masuk rumah. Namun, dia terpeleset dan jatuh ke kamar pembantu Sri Undari (32).
Keruan saja, pembantu tersebut berteriak-teriak ketakutan. Tahu hal itu, tersangka langsung membacok korban secara membabi buta. ''Di tubuh pembantu, ada belasan luka bacok dan salah satu ibu jarinya putus,'' tutur seorang polisi, kemarin.
Hal yang sama juga dialami pemilik rumah, Agnes Sri Haryati. Mendengar ada kegaduhan di rumahnya, guru Agama Katolik itu pun terbangun dan menyapa pembantu. Tak lama berselang tersangka menyerang Agnes dengan menghunus bendo (pisau besar-Red). ''Pelaku tergolong sadis. Dia menceritakan perbuatannya apa adanya,'' tutur sumber di kepolisian.
Setelah menghabisi dua penghuni rumah, tersangka mengambil uang yang jumlahnya hanya beberapa ratus ribu rupiah. Selain itu membawa empat buah telepon selular (ponsel) milik Agnes. Juga menggondol beberapa voucher pulsa dari rumah korban.
Membacok Suratman
Dalam pengakuannya kepada aparat, tersangka keluar melalui pintu depan. Ketika berjalan pulang ke rumahnya yang hanya berseberangan jalan dengan rumah korban, tetangganya, Suratman, tengah duduk di dekat pos Polantas. Suratman pun berusaha menyapa tersangka. ''Soko ngendi, kok kowe suwe ora ketok (dari mana, kamu kok lama tidak terlihat),'' tanya Suratman.
Mendapat pertanyaan itu tersangka tidak begitu menghiraukan, dan langsung berjalan menuju rumahnya di dekat Pos Polantas Donbosco. Namun ternyata dia berjalan memutar untuk menghampiri Suratman dan langsung membacok Suratman. ''Kemungkinan karena khawatir ketahuan sehabis membunuh,'' tutur polisi.
Setelah membacok Suratman, tersangka masuk rumahnya. Kausnya yang berlumuran darah langsung dimasukkan septick tank. Uang hasil kejahatan disimpan di meja, sedangkan ponsel disimpan di lemari kamar. Namun karena tindakannya membacok Suratman dilaporkan polisi, malam itu juga tersangka ditahan polisi. (yon-15)
sumber: cyber Suara Merdeka